Work Breakdown Structure (WBS)

WBS adalah penguraian atau pembagian proyek secara detail menjadi aktivitas yang hierarkis, dimana setiap aktivitas ini akan dialokasikan kepada pelaksanaan masing-masing. Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan)

Pada tahap analisis WBS dapat digunakan untuk memastikan akurasi dan kelengkapan dari semua personil proyek, Dijadikan sebagai dasar penganggaran dan penjadwalan, Sebagai alat kontrol pelaksanaan proyek.

Work Breakdown Structure (WBS) adalah pengelompokan pekerjaan yang berorientasi pada delivery yang terlibat dalam proyek yang mendefinisikan ruang lingkup totalnya.

WBS adalah dokumen dasar dalam manajemen proyek karena menyediakan dasar untuk perencanaan dan pengelolaan jadwal proyek, biaya, sumber daya, dan perubahan.

Rencana manajemen proyek, dokumen proyek, faktor lingkungan perusahaan, dan aset proses organisasi adalah input utama untuk membuat WBS. Selain penilaian ahli, alat atau teknik utama adalah dekomposisi—yaitu, membagi hasil proyek menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Walang Web Rent = WBS level 1

Persiapan, Analisis Sistem, Perancangan, Pengujian = WBS level 2

Pengkajian Hasil Evaluasi, Pengkajian Analisis Data, Perancangan Data Base, Pengujian Dilocal. dan seterusnya = WBS level 3

1. “Berapa lama Anda menyelesaikan proyek?

6 Oktober 2021- 6 Februari 2022

2. “Apakah sulit memberikan jawaban yang tepat? Sebenarnya tidak mudah, jika benar-benar pelanggan yang bertanya pada proyek yang sebenarnya.

YA, Ada sedikit kesulitan dalam menyelesaikan proyek ini dan bisa saja estimasi waktu bertambah.

3. Bagaimana Anda mengatasi masalah itu?

Dengan memberikan kepastian kepada client

Leave a comment